Paralayang berkembang dari teknologi parasut pada sekitar tahun 1960–1970-an. Berbeda dengan terjun payung, paralayang memungkinkan seseorang lepas landas dari lereng bukit atau gunung dan terbang memanfaatkan kondisi angin.
Awalnya, paralayang dikenal sebagai olahraga ekstrem yang hanya dilakukan oleh para penggemar olahraga udara. Seiring perkembangan teknologi dan perlengkapan keselamatan, olahraga ini menjadi semakin aman dan mudah diakses.
Munculnya tandem paragliding membuat siapa pun dapat merasakan pengalaman terbang bersama pilot berpengalaman tanpa harus belajar menerbangkan paralayang sendiri.
Di Indonesia, paralayang kemudian berkembang di berbagai daerah dengan kondisi geografis yang mendukung, termasuk kawasan Malang dan Batu. Tidak hanya sebagai olahraga, paralayang kini menjadi wisata petualangan yang menawarkan pengalaman menikmati pemandangan alam dari udara.
Dari olahraga ekstrem hingga wisata populer, paralayang membuktikan bahwa perkembangan teknologi dan pariwisata dapat mengubah sebuah olahraga menjadi pengalaman yang bisa dinikmati banyak orang.